Khutbah Iduladha: Hakikat Pengorbanan di Masa Pandemi
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Pada Tahun 1992 Terdapat sebuah perkumpulan pengajian rutin yang sangat kecil dan diikuti oleh beberapa keluarga saja. Pengajian tersebut dilaksanakan dengan Istiqomah pada setiap malam jumat yang dikemas dengan pembacaan Surat Yaasin, Tahlil serta Doa bersama dan diisi juga dengan ceramah yang diisi oleh Ustadz dari daerah Denpasar dan Tuban. Setelah sekian lama melaksanakan kegiatan tersebut, pengurus pengajian yang pada masa itu dipimpin oleh Bapak Muhamad Imron beserta sesepuh yang lain merencanakan dan memprogramkan berdirinya sebuah Mushollah atau sarana ibadah di Kelurahan Jimbaran. Dengan izin Allah SWT akhirnya para jamaah pengajian dapat membeli tanah yang berada di jalan Cemagi Basur Seluas ± 300 M2 Pembangunanpun dilakukan secara bertahap sampai pada akhirnya pada tahun 1994 dapat terbangun Masjid yang masih sederhana dan kemudian di beri nama "Masjid Jami' Baitul Mustaqim". Pembangunan terus berkembang sampai sekarang dan telah dikukuhkan dengan Badan Hukum pada tahun 2001 yang diberi nama "Yayasan Jami' Baitul Mustaqim" dengan Akta Notaris Amir Syarifudin No. 23 Tahun 2001.
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Khutbah Pertama اَلْØÙŽÙ…ْد٠للهÙ..